spell

, 5 Jan 2012 § 1 komentar

Dalam sebuah novel terjemahan, saya menemukan kalimat berikut:

Tetapi pada awal Juni, angin barat daya bertiup. Selama tiga bulan air dengan pesona gemerlapan di bawah sinar matahari, membuat anak-anak bergairah untuk bermain kecipak-kecipuk.

Ternyata kalimat Inggris aslinya adalah sebagai berikut:

But by early June the southwest monsoon breaks and there are three months of wind and water with short spells of sharp, glittering sunshine that thrilled children snatch to play with.

Penerjemah menafsirkan kata spell sebagai mantra sihir, sehingga kata ini kemudian diterjemahkan menjadi pesona, dan dianggap menggambarkan pesona air yang gemerlapan di bawah matahari. Dengan demikian, klausa berikutnya ditafsirkan bahwa anak-anak bermain dengan air yang memesona itu, sehingga ditambahkan kata kecipak-kecipuk di belakang untuk mempermanis kalimat.

Namun, sebenarnya kata spell bisa bermakna lain, terutama berkaitan dengan cuaca, yaitu:

1. A short, indefinite period of time.
2.
Informal A period of weather of a particular kind: a dry spell

Jadi, kata spell di sini bukan merujuk pada air, tetapi pada sinar matahari atau hari cerah yang muncul sebentar-sebentar di antara hujan angin. Anak-anak yang tadinya terkurung di rumah akibat hujan deras pun menyambar kesempatan itu untuk bermain-main di luar.

Tetapi pada awal Juni, angin musim barat daya sudah mulai bertiup. Selama tiga bulan turun hujan angin, yang disela sebentar-sebentar oleh sinar matahari yang cerah cemerlang, yang dimanfaatkan anak-anak untuk bermain dengan gembira ria.

Kategori: Buku, Semantik

humility

, 27 Des 2011 § 0 komentar

Dalam reality show The Glee Project, seorang peserta dipuji oleh juri karena menunjukkan “great amount of humility“. Frasa ini diterjemahkan menjadi “rasa malu yang pas”. Mungkin penerjemahnya tertukar antara humility dan humiliation? Sebenarnya, kata humility bermakna “the quality or condition of being humble”, jadi frasa ini lebih tepat diterjemahkan bahwa si peserta “sangat rendah hati“.

Kategori: Semantik, Teks film

restore order

, 25 Des 2011 § 0 komentar

Dalam acara televisi China’s Capitalist Revolution, dituturkan bahwa keadaan di negara itu sedang rusuh, sehingga kemudian diturunkan tentara “to restore order”. Frasa ini diterjemahkan sebagai “melaksanakan perintah”. Menerjemahkan “restore” menjadi “melaksanakan” tentunya keliru. Tetapi, ini tampaknya diawali dari kekeliruan penerjemah memahami kata order. Memang, kita tahu bahwa order bisa bermakna perintah. Tetapi, kata ini juga bisa bermakna “a condition in which freedom from disorder or disruption is maintained through respect for established authority”, yang tentunya lebih cocok untuk konteks ini. Maka, frasa ini dapat diterjemahkan menjadi “memulihkan ketertiban“.

Kategori: Semantik, Teks film

ask for it

, 23 Des 2011 § 0 komentar

Dalam acara televisi China’s Capitalist Revolution, diceritakan kalangan mahasiswa sedang berunjuk rasa menentang korupsi di pemerintah, dan tidak mau mundur meski sudah diberi peringatan. Seorang pejabat yang kesal berkomentar tentang mahasiswa itu, “They’re really asking for it“, yang kemudian berujung pada peristiwa berdarah di Lapangan Tiananmen. Teks terjemahannya adalah “Mereka benar-benar meminta itu.” Padahal, frasa “ask for it” adalah idiom yang bermakna “persist with actions or an attitude despite the probability that it will cause trouble”. Kalimat ini dapat diterjemahkan menjadi, “Mereka benar-benar cari masalah” atau “Mereka benar-benar minta dihajar“.

Kategori: Semantik, Teks film

up to speed

, 18 Nov 2011 § 0 komentar

Dalam suatu episode seri Law & Order, dua orang pengacara diberi tahu oleh hakim bahwa mereka tidak boleh mewakili seorang klien karena adanya konflik kepentingan, dan mereka akan diganti oleh pengacara lain. Kedua pengacara itu memprotes, bahwa mereka sudah menghabiskan waktu lama mempersiapkan kasus tersebut, tampaknya khawatir bahwa pengacara pengganti tak akan mampu menanganinya. Hakim pun berkata, mereka tak perlu khawatir, pengacara baru itu akan diberi waktu untuk “get up to speed.”

Ungkapan ini diterjemahkan menjadi “diberi waktu untuk mempercepat“. Padahal, sebagaimana diungkapkan dalam kamus, “if you are up to speed with a subject or an activity, you have all the latest information about it and are able to do it well.” Dengan demikian, ungkapan ini dapat diterjemahkan menjadi, “mempelajari tuntas kasus itu” atau “mendapat informasi terbaru tentang kasus itu”.

Kategori: Semantik, Teks film

play along = main bersama?

, 5 Okt 2011 § 1 komentar

Saya menemukan ini di komik Spiderman, seri 1425, di harian Kompas edisi kemarin ini (Selasa 4 Oktober 2011).

Bingkai 1:
#You’re goin’ to jail, Man.
(Kau akan masuk penjara.)
+ I could easily break these cuffs, but the kids maybe watching…
(Aku bisa dengan mudah membuka borgol ini, tapi anak-anak mungkin menyaksikan…)

Bingkai 2:
+ So, I’ll just play along.
(Jadi, aku akan “bermain bersama”)

Berikut arti sebenarnya play along sebagai phrasal verb:

play along Informal
To cooperate or pretend to cooperate: decided to play along with the robbers for a while.

Menurut saya, padanan yang benar adalah “Jadi, aku akan pura-pura saja”, atau “Ya sudah, aku ikuti saja”.

Kategori: Koran, Semantik § Tag:

Getting high

, 28 Sep 2011 § 5 komentar

Dalam salah satu acara E! yang sedang saya periksa, beberapa kalimat “getting high” diterjemahkan menjadi “sedang tinggi”: “He was getting high when driving his SUV.” “Dia sedang tinggi saat mengemudikan SUV-nya.” ”I’m getting high to forget the fact that…” “Aku akan tinggi untuk melupakan fakta bahwa…”

Dalam konteksnya, padahal, jelas-jelas disebutkan bahwa tokoh yang diceritakan adalah seorang pencandu narkoba. Ungkapan “Getting high” di sini berarti “sedang mabuk/teler”, bukan berada di tempat tinggi, atau bertubuh tinggi.

http://www.urbandictionary.com/define.php?term=high

Sayangnya, terjemahan ini tidak boleh diperbaiki lagi karena sudah disetujui klien akhir, jadi saya hanya bisa mengelus dada sambil bernyanyi, “Naik, naik, ke puncak gunung, mabuk, mabuk sekali…”

 

 

 

Kategori: Semantik, Teks film, Umum § Tag:

“Wajah Soekarno sangat cabul dan dia meninggalkan rasa yang buruk di lidahmu.”

, 14 Sep 2011 § 3 komentar

Seorang teman membagi tautan berita ini di facebook:

http://dunia.vivanews.com/news/read/247014-janda-kennedy-sebut-soekarno-cabul

Saya jadi tertarik membaca secuplik kalimat dari berita tersebut. Saya merasa ada yang kurang pas dan menduga ada ungkapan yang langsung diterjemahkan secara harfiah. Kalimatnya berbunyi:

“Wajah Soekarno sangat cabul dan dia meninggalkan rasa yang buruk di lidahmu.”

Karena penasaran, saya telusuri sumber berita aslinya via google dan menemukan tautan berikut:

http://www.nytimes.com/2011/09/12/us/12jackie.html?_r=1&pagewanted=all

Ternyata kalimat aslinya dalam bahasa Inggris adalah:

“He had a sort of lecherous look” and “left a bad taste in your mouth.”

Terjemahan bagian awal mungkin masih bisa diterima. Namun, terjemahan bagian akhir itu sudah jelas sangat harfiah dan makna dari ungkapan aslinya tidak tersampaikan.

Menurut kamus Oxford Advanced Learner’s Dictionary:

“leave a bad / nasty ‘taste in the mouth (of events or experiences)” : to make you feel disgusted or ashamed afterwards

Sehingga bagian akhir kalimat tadi seharusnya bisa diterjemahkan seperti ini:

“…dan dia membuatku merasa jijik (atau muak).”

Kategori: Semantik, Situs web, Umum § Tag:

Taburan Salah Ketik Foursquare Indonesia

, 8 Sep 2011 § 5 komentar

Setelah membaca artikel yang ada di sini, saya jadi penasaran dengan kualitas terjemahannya. Kesan pertama saya setelah membuka dua halaman situs Foursquare Bahasa Indonesia banyak sekali salah ketik yang seharusnya tidak perlu terjadi:

Halaman muka

- “kamu dan & teman-teman”

- Tanda baca, titik, di belakang frasa “hal baru” hilang
» Baca lanjutannya «

Kategori: Situs web § Tag:

made for each other

, 7 Sep 2011 § 3 komentar

Dalam komik Baby Blues yang dimuat di harian Kompas Minggu 4 September 2011, terdapat dialog seperti berikut:

“The information age and I were made for each other.” 

Dialog ini diterjemahkan sebagai,

“Era informasi dan aku membuatnya untuk satu sama lain.”

Selain terjadi kesalahan penerjemahan dalam struktur kalimat (pasif menjadi aktif), si penerjemah rupanya tidak mengetahui bahwa made for each other merupakan sebuah idiom yang berarti cocok, serasi, atau klop.

Kategori: Koran, Semantik § Tag: